Jalan Sudarno 16 (0341) 593878 Batu Malang Jawa Timur
Jadwal Kebaktian :
Persekutuan Pemuda Remaja Sabtu Pk. 18.30 Wib.
Kebaktian Umum 1 Minggu Pk. 07.00 Wib.
Kebaktian Anak Minggu Pk. 07.00 Wib.
Kebaktian Pra Remaja Minggu Pk. 07.00 Wib.
Kebaktian Umum 2 Minggu Pk. 09.00 Wib.
Persekutuan Doa Pagi Rabu Pk. 05.30 Wib.

Sabtu, 13 Agustus 2011


BUNGA
Karena keindahan dan baunya, bunga pada tanaman sering menjadi daya tarik seseorang untuk menikmati dan mengusahakannya. Karena nilai pertambahannya, bunga pada tabungan juga menjadi daya tarik seseorang untuk  memperolehnya. Atau karena nilai bunga cicilannya rendah, membuat orang berebut untuk memperoleh jasa layanan kredit barang dalam bentuk apapun. Karena kecantikannya, “bunga” sebutan untuk seorang gadis yang cantik membuat para perjaka berlomba-lomba untuk mempersuntingnya. Pendek kata; bunga seringkali menjadi daya tarik untuk siapapun.
Meskipun bunga adalah sesuatu yang menjadi daya tarik, namun tidak berarti bergaul akrab dengan bunga tidak ada resikonya. Mawar yang indah dan sedap baunya ternyata menyimpan duri yang tajam dan siap menusuk jari jikalau tidak hati-hati memetiknya. Orang yang bahagia karena menikmati pengembangan usahanya dengan membungakan uang juga harus hati-hati, karena ada duri yang tajam di baliknya. Apa itu ? Nasihat TUHAN ! Dalam Kitab Ulangan 23: 19 dikatakan “Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan”. Pemikiran utama dibalik nasihat ini adalah supaya seseorang menjalin hubungan dengan sesamanya didasari oleh kasih. Ketulusan dalam memberikan pertolongan kepada sesamanya tidak seharusnya dilandasi prinsip untung rugi, memanfaatkan dan mencari kesempatan dalam kesempitan atau bahkan menguasai serta tidak memerdekakan orang lain.
Selain uraian di atas, yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan oleh seseorang yang akan, sedang dan bertekad untuk mengakhiri pengembangan uang dengan sistem berbunga yang tidak wajar adalah : (1). Riba adalah pendapatan yang diperoleh tanpa usaha (2). Riba adalah pemerasan terhadap orang yang butuh [mungkin bahkan kepepet] (3). Riba mendorong pembagian kekayaan secara tidak adil (4). Riba bisa menjadi penyebab ketidakstabilan ekonomi; ketidak adilan sosial. Bagaimana dengan orang percaya, apakah pada masa kini juga terlibat dengan hal-hal seperti itu ? Ulangan 23:20 melanjutkan nasihat dari ayat 19, yang maknanya secara garis besar adalah jikalau orang percaya menjauhi praktik riba, kepada hidupnya akan diberkati oleh TUHAN. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka (1 Tim 6: 10).
Ditulis oleh: Pnt. Dwi Santoso,S.Th.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar